Senin, 15 Mei 2017

Layanan Bimbingan Konseling

Edit Posted by with No comments
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
            Pelayanan BK merupakan bagian integral dari proses pendidikan pada satuan pendidikan, diluar penyelenggaraan mata pelajaran, muatan local, ataupun kegiatan ekstra kulikuler. Pelayanan BK menunjang proses pencapaian pada satuan pendidikan. Program layanan BK merupakan upaya pengembangan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung BK.[1]
            Adapun jenis layanan bimbingan dan konseling yaitu:
1)      Layanan orientasi adalah layanan bimbingan yand dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru atau seseorang terhadap lingkungan lingkungan yang baru dimasukinya.[2] Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru. Dengan perkataan lain agar individu dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut. [3]
2)      Layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan.[4] Layanan informasi bertujuan agar individu (siswa) mengetahui dan menguasai informasi yang selanjutnya dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan perkembangan dirinya.[5]
3)      Layanan penempatan dan penyaluran individu sering mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan, sehingga tidak sedikit individu yang bakat, kemampuan minat, dan hobinya tidak tersalurkan dengan baik. Individu seperti itu tidak mencapai perkembangan secara optimal. Mereka memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang-orang dewasa, terutama konselor dalam menyalurkan potensi dan mengembangkan dirinya.[6] Layanan penempatan dan penyaluran bertujuan supaya siswa bisa menempatkan diri dalam program studi akademik dan lingkup kegiatan non akademik yang menunjang perkembangannya serta semakin merealisasikan rencana masa depannya.[7]
4)      Layanan penguasaan konten merupakan suatu layanan bantuan kepada individu (siswa) baik sendiri maupun dalam kelompok untuk menguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar.[8] Tujuan layanan konten yaitu agar siswa menguasai aspek-aspek konten (kemampuan atau kompetensi) tertentu secara terintegrasi.[9]
5)      Layanan konseling perorangan bermakna layanan konseling yang diselenggarakan oleh seorang pembimbing (konselor) terhadap seorang klien dalam rangka pengentasan masalah pribadi klien. Konseling perorangan berlangsung dalam suasana komunikasi atau tatap muka secara langsung antara konselor dengan klien (siswa) yang membahas berbagai masalah yang dialami klien. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar klien memahami kondisi dirinya sendiri, lingkungannya, permasalahan yang dialami,kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga klien mampu mengatasinya.[10]
6)      Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat.[11] Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (siswa).[12]
7)      Layanan Konseling Kelompok mengikutkan sejumlah peserta dalam bentuk kelompok dengan konselor sebagai pemimpin kegiatan kelompok. Layanan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan pemecahan masalah individu (siswa) yang menjadi peserta layanan. Dalam konseling kelompok dibahas masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Masalah pribadi dibahas melalui suasana dinamika kelompok yang intens dan konstruktif,diikuti oleh semua anggota kelompok dibawah bimbingan pemimpin kelompok (pembimbing atau konselor).[13] Tujuan layanan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan berkomunikasinya. Melalui layanan konseling kelompok, hal-hal yang dapat mengahambat atau mengganggu sosialisasi dan komunikasi siswa di ungkap dan didinamikakan melalui berbagai teknik, sehingga kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi siswa berkembang secara optimal.[14] Melalui layanan konseling kelompok juga dapat dientaskan masalah klien (siswa) dengan memanfaatkan dinamika kelompok.[15]
8)      Layanan konsultasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor (pembimbing) terhadap seorang pelanggan (konsulti) yang memungkinkannya memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan pihak ketiga. Konsultasi pada dasarnya dilaksanakan secara perorangan dalam format tatap muka antara konselor (sebagai konsultan) dengan konsulti. Konsultasi juga dapat dilaksanakan terhadap dua orang konsulti atau lebih, terutama apabila konsulti-konsulti itu menghendakinya.[16] Secara umum layanan konsultasi bertujuan agar klien (siswa) dengan kemampuannya sendiri dapat menangani kondisi atau permasalahan yang dialami oleh pihak ketiga. Pihak ketiga adalah orang mempunyai hubungan baik dengan konsulti, sehingga permasalahan yang dialami oleh pihak ketiga setidak-tidaknya sebagian menjadi tanggung jawab konsulti.[17]
9)      Layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan. Berdasarkan makna ini, layanan mediasi juga berarti layanan atau bantuan terhadap dua pihak atau lebih yang sedang kondisi bermusuhan. Berbeda dengan layanan yang lain terutama layanan konseling perorangan, dalam layanan mediasi konselor atau pembimbing menghadapi klien (siswa) yang terdiri atas dua pihak atau lebih, dua orang atau lebih, dua kelompok atau lebih, dengan perkataan lain, kombinasi antara sejumlah individu dan kelompok. Secara umum, layanan mediasi bertujuan agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien atau pihak-pihak yang bertikai atau bermusuhan. Dengan perkataan lain agar tercapai hubungan yang positif dan kondusif diantara siswa yang bertikai atau bermusuhan. Secara lebih khusus, layanan mediasi bertujuan agar terjadi perubahan atas kondisi awal yang negatif ( bertikai atau bermusuhan) menjadi kondisi baru (kondusif dan bersahabat) dalam hubungan antara kedua belah pihak yang bermasalah.[18]   



[1] Daryanto dan Mohammad Farid,2015. Bimbingan dan Konseling Paaduan Guru BK dan Guru Umum, Gava Media: Yogyakarta, hlm. 105
[2] Prayitno dan Erman Amti,2013. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Rineka Cipta:Jakarta, hlm.255
[3] Tohirin,2013. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. PT Raja Grafindo Persada:Jakarta, hlm.138
[4] Ibid, hlm.142
[5] Ibid, hlm.143    
[6] Prayitno dan Erman Amti, Op.cit. hlm. 272
[7] Tohirin, Op.cit. hlm. 148
[8] Ibid, hlm. 152
[9] Ibid, hlm. 153
[10] Ibid, hlm. 158
[11] Prayitno, Op.cit, hlm. 309
[12] Tohirin, Op.cit, hlm. 165
[13] Ibid, hlm. 171
[14] Ibid, hlm. 173
[15] Ibid, hlm. 174
[16] Ibid, hlm. 178
[17] Ibid, hlm. 179
[18] Ibid, hlm. 186

0 komentar:

Posting Komentar